Senin, 11 Januari 2010

Surat Dispensasi

Kepada semua peserta KKNM Kecamatan Pagaden, desa Pagaden dan desa Neglasari

Bagi peserta yang tidak bisa berangkat pada Jumat tanggal 15 Januari 2010, diwajibkan mengisi surat dispensasi. Hanya ada satu alasan surat dispensasi diberikan, yaitu karena mengikuti UAS. Alasan lain tidak dapat ditolerir.

Surat bisa diambil pada saat pertemuan awal di Kampus DU Rabu, 12 Januari 2010 pukul 15.00 sd selesai di sekitar Aula. Rencana saya akan menggunakan blazer berwarna merah kerudung merah dan rok hitam. Berkacamata.


Salam dan sampai ketemu

Yanti Rubiyanti

Minggu, 10 Januari 2010

Kalender Kegiatan KKNM Januari-Februari 2010

Berikut ini kalender Kegiatan KKNM Januari-Februari 2010

1. Registrasi Online 23/11 sd 05/12 2009
2. Pembekalan KKNM
2.1 Wawasan ke KKN an 19-20/12 2009
2.2 Ujian Pembekalan 21/12 2009
2.3 DPL 11/01 sd 13/01 2010
3. Apresiasi (TOT) DPL 07/01 2010
4. Survey Lapangan 08-12/01 2010
5. Pertemuan Awal DPL dgn Mahasiswa KKNM 12/01 2010
6. Pemberangkatan KKNM 15/01 2010
7. Pelaksanaan KKNM 15/01 sd 13/02 2010:Pendampingan,Sosialisasi & Penyusunan Program
7.1 Minggu Pertama 15/01 sd 21/01 2010 : Sosialisasi,Social Mapping & Peny Program
7.2 Minggu Kedua 22/01 sd 28/01 2010: Pelaksanaan Program 1,2
7.3 Minggu Ketiga 29/01 sd 05/02 2010: Pelaksanaan Program 3,4
7.4 Minggu Keempat 06/02 sd 13/02 2010: Pelaksanaan Program5,..., Evaluasi, Penyusunan Akhir, Selesai
8. Monitoring DPL 22/01 sd 06/02 2010
9. Akhir KKNM Januari 2010, 13/02 2010: Pemulangan Mahasiswa KKNM Periode Januari
10. Penyerahan Laporan Akhir 14/02 sd 21/02 2010
11. Nilai Akhir KKNM 14/02 sd 28/02 2010


Salam

Yanti Rubiyanti

Survey dan Pemberangkatan

Rencana Survey tim DPL kecamatan Pagaden Subang:

Selasa, 12 Januari 2010
Survey awal ke lokasi bertujuan untuk:
1. perkenalan antara Dosen Pembimbing Lapangan dengan Camat dan para Kepala Desa.
2. survey awal pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen (PKMD)
3. survey tempat tinggal peserta Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM)


HAL PENTING sehubungan dengan perjalanan ke lokasi:

1. Pihak LPPM tidak mengijinkan tetapi juga tidak melarang mahasiswa melakukan survey ke lokasi KKN atau pun ke Pantai Pondok Bali (lokasi wisata Subang).
Artinya, mahasiswa bisa saja melakukan survey ke lokasi dengan resiko sendiri.

2. Pihak LPPM tidak mengijinkan tetapi juga tidak melarang mahasiswa untuk membawa kendaraan sendiri ke lokasi KKN.
Sekali lagi dengan resiko ditanggung sendiri.

3. Bila akan membawa kendaraan sendiri, terutama pada saat pemberangkatan, tentunya HARUS melapor pada DPL, agar tidak dicari-cari.

4. Bagi peserta yang tidak bisa berangkat pada waktu pemberangkatan bersama yaitu Jumat, 15 Januari 2010, maka diwajibkan mengisi surat dispensasi yang ada di DPL masing-masing untuk diisi dan disertakan jadwal kuliah.


PEMBERANGKATAN

Mahasiswa Kumpul pkl. 06.00
Di GOR PAKUAN Jatinangor - Di Bawah, dkt Gerbang Depan

Rombongan Berangkat pkl. 07.00.
Keterlambatan tidak akan ditolerir. Silahkan menyusul sendiri ke lokasi.

Pertemuan Awal DPL dengan Mahasiswa KKNM

Rekan-rekan mahasiswa, insyaAllah pertemuan Awal DPL dengan Mahasiswa KKNM
akan dilaksanakan:

Hari, tanggal : Rabu, 13 Januari 2010
Waktu : pukul 15.00 - selesai
Tempat : sekitar AULA kampus Dipati Ukur Bandung
Agenda : Perkenalan DPL dengan Mahasiswa KKNM
(Daftar Hadir Peserta yang ditanda tangani mhs)
Pengecekan mhs KKNM yang bisa ikut jadwal pemberangkatan bersama
Pemilihan Kordes
Sosialisasi Program PKMD
Informasi hasil survey keadaan lokasi
Penyusunan rencana kerja di lapangan
Pembuatan JarKom

Pemberitahuan kepada seluruh mahasiswa KKNM sudah dilakukan melalui sms pada Minggu, 10 Januari 2010.

Bagi peserta KKNM yang tidak bisa hadir pada saat pertemuan awal mohon mencari informasi dari temannya dan menginformasikan mengenai jadwal pemberangkatan, sesuai dengan jadwal atau tidak.


Terimakasih dan Salam

Yanti Rubiyanti

Pemetaan Sosial dengan Teknik PRA

PANDUAN PRAKTIS PEMETAAN SOSIAL (Social Map)
DENGAN TEKNIK PRA (Participatory Rural Apraisal)

(Sumber: Robert Chambers, 1992; Driyamedia, 1996; Britha Mikkelsen, 2003)

By Iwan Setiawan
Pengajar Sosiologi, Komuniksi dan Penyuluhan Pertanian Fakultas Pertanian Unpad
Sekretaris Pusat Penelitian Dinamika Pembangunan (PDP) Unpad

A. KONSEP-KONSEP PRA
No Istilah Definisi / Deskripsi
1 Apa Itu PRA 1.1 Pengkajian Keadaan dan Kehidupan Pedesaan Secara Partisipatif
1.2 Proses Pembelajaran Bersama Masyarakat
2 Prinsip PRA 2.1 Mengutamakan yang Terabaikan
2.2 Pemberdayaan (Penguatan) Masyarakat
2.3 Masyarakat Sebagai Pelaku, Orang Luar Sebagai Fasilitator
2.4 Saling Belajar dan Menghargai Perbedaan
2.5 Santai dan Informal
2.6 Pemeriksaan dan Pemeriksaan Ulang (Check and Re-Check) Informasi
2.7 Mengoptimalkan Hasil (Tepat Guna)
2.8 Orientasi Praktis (Pengembangan Kegiatan)
2.9 Keberlanjutan dan Selang Waktu (Dinamis)
2.10 Belajar dari Kesalahan (Belajar Sebaik-Baiknya)
2.11 Terbuka
3 Tujuan PRA 3.1 Tujuan Praktis : Menyelenggarakan kegiatan bersama masyarakat (proses belajar sosial)
3.2 Tujuan Strategis: Mencapai pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial melalui pengembangan masyarakat dengan menggunakan pendekatan pembelajaran

4 Unsur Utama PRA 4.1 Proses Pembelajaran (Berbagi Pengetahuan/Pengalaman)
4.2 Teknik-Teknik PRA
4.3 Ouput/ Keluaran (Jangka Pendek/Rencana Program dan Jangka Panjang/Pemberdayaan/Perubahan Sosial

5 PRA dalam Daur Program 5.1 Penjajagan/Pengenalan Kebutuhan (Kajian Masalah dan Kebutuhan)
5.2 Perencanaan Kegiatan (Kajian Potensi dan Alternatif Kegiatan)
5.3 Pelaksanaan/Pengorganisasian Kegiatan (Penjadwalan Kegiatan, Pembagian Kelompok, Pembagian Tugas-Tugas)
5.4 Pemantauan Kegiatan (Melihat Perkembangan Program)
5.5 Evaluasi Kegiatan (Mengkaji Hasil Akhir Program)

6 Teknik PRA 6.1 Setiap teknik PRA dapat digunakan untuk mengkaji keadaan tingkat desa, tingkat kelompok tani dan tingkat dusun/kampung
6.2 Setiap teknik PRA dapat digunakan untuk menggali informasi umum (semua keadaan), informasi topik khusus (pertanian, peternakan, kesehatan, hukum, seni-budaya, informasi sub topik (aspek komunikasi, sosial, politik dsb)

B. TEKNIK-TEKNIK PRA
No Teknik Definisi dan Aplikasi
0 Tinjauan umum Pengkajian Keadaan Desa 1.1 Kajian tentang aspek-aspek kehidupan masyarakat (baik aspek sumberdaya alam, aspek sosial, ekonomi, fisik-teknis dan kelembagaan) secara partisipatif

1.2 Aspek-aspek yang dikaji:
a) perekonomian masyarakat (mata pencaharian baik pertanian maupun bukan pertanian, potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia dan sebagainya;
b) kehidupan sosial budaya masyarakat (adat istiadat, agama, organisasi masyarakat, jejaring sosial, kesenian/kebudayaan, kerjasama/gotong-royon dan sebagainya
c) pendidikan dan kesehatan (tingkat pendidikan, pendidikan formal, pendidikan non formal, akses pendidikan, fasilitas kesehatan, akses pelayanan kesehatan, air bersih, posyandu, desa siaga, ragam penyakit, gozi buruk dan sebagainya;
d) kehidupan politik (partisipasi politik masyarakat, pemilu pemimpin lokal dsb)

1.3 Tahapan Kajian:
a) persiapan pengkajian desa (kunjungan persiapan dan sosialisasi, pengurusan prosedur dan perijinan, pembagian tugas, penyamaan pandangan, pembentukan kelompok bersama masyarakat, penentuan waktu dan tempat (schedule), persiapan alat bahan);
b) pelaksanaan pengkajian desa (pembahasan kembali maksud dan tujuan, sosialisasi, pengumpulan informasi;
c) penyusunan rencana kegiatan desa, pemilihan teknik PRA dan identifikasi sumber informasi
d) pengkajian data sekunder yang diharapkan dapat memperoleh informasi: topografi, tataguna lahan, pengairan, jenis tanaman setempat, kawasan yang dilindungi, jenis-jenis mata pencaharian masyarakat, pola produksi (jenis-jenis usaha) masyarakat, penelolaan sumberdaya untuk usahatani, jumlah dan perubahan penduduk dari tahun ke tahun, pemasaran hasil pertanian, komoditas, bangunan (sekolah, puskesmas, kantor desa, pasar dsb, sarana jalan desa, masalah sosial, kebudayaan dan politik
e) sumber data sekunde: pofil desa dan monografi desa, peta desa, peta wilayah, dan sebagainya

1.4 Hasil Kajian:
a) sejumlah informasi tentang keadaan atau kondisi berbagai aspek kehidupan desa;
b) sejumlah masalah dan kebutuhan yang diungkapkan oleh masyarakat sendiri
c) sejumlah potensi lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya pengembangan kegiatan masyarakat



No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
1 Penelusuran Sejarah Desa 1.1 Teknik yang digunakan untuk mengungkap kembali sejarah masyarakat dan hal-hal lain yang terkait dengan desa;
1.2 Jenis informasi yang dikaji:
a) sejarah terbentuknya pemukiman, asal-usul penduduk, perkembangan jumlah penduduk, nama tempat dan sebagainya;
b) keberadaan dan penelolaan sumberdaya alam
c) perubahan-perubahan dalam status pemilikan, penguasaan dan pemanfaatan tanah
d) pengenalan dan penanaman jenis tanaman dan teknologi baru;
e) pembangunan jalan, listrik, telepon, jembatan dan transportasi
f) terjadinya wabah penyakit
g) program-program pembangunan (pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, pendidikan, industri, transportasi dsb)
h) sejarah berdirinya desa, sistem pengoganisasian desa
1.3 Contoh (Lampiran 1)
2 Pembuatan Bagan Kecenderugan dan Perubahan 2.1 Teknik yang menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan (baik perubahan dari dalam desa maupun dari luar desa), kejadian serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu;
2.2 Perubahan-perubahan yang dikaji:
a) perubahan dan perkembangan produktivitas lahan, tingkat kesuburan lahan, curah hujan, ketersediaan air, ketersediaan bahan bakar,
b) perubahan dan perkembangan tataguna lahan (luas lahan untuk bersawah, berladang, pemikiman, hutan, olah raga, sarana umum, luas rata-rata pemilikan lahan dan sebagainya)
c) perubahan dan perkembangan penanaman pepohonan (jenis-jenis pohon, hasil dsb), keadaan hutan, keadaan sungai/sumber air dsb
d) perkembangan penduduk (kelahiran, kematian dan perpindahan)
e) perubahan jumlah ternak dan peternaknya, usahatani dan petaninya, usaha kecil dan pengusahanya, perikanan dan petaninya, dsb
f) perubahan dan perkembangan budaya, kesenian dan olah raga
g) perubahan dan perkembangan pola pemasaran hasil, pengolahan dsb
2.2 Bagan dibuat bersama masyarakat pada kertas plano/katron-karton
2.3 Contoh (Lampiran 2)
3 Penyusunan Kalender Musim 3.1 Teknik pengkajian kegiatan-kegiatan dan keadaan-keadaan yang terjadi secara berulang dalam satu kurun waktu tertentu (musim) dalam kehidupan masyarakat. Satu kalender kegiatan = 1 musim (12 bulan).
3.2 Informasi yang biasa muncul adalah:
a) penanggalan atau sistem kalender yang dipakai oleh masyarakat
b) iklim, curah hujan, ketersediaan air
c) pola tanam/panen, biaya, hasil pertanian dan tingkat produksi
d) ketersediaan pangan dan pakan ternak, juga pada musim paceklik
e) ketersediaan tenaga kerja,
f) musim merantau (bekerja ke kota) pada masa paceklik
g) masalah hama dan penyakit tanaman/ternak
i) kesehatan (musim wabah penyakit) dan kebersihan lingkungan
j) pola pengeluaran (konsumsi, produksi dan investasi)
k) kegiatan sosial (kemasyarakatan) terkait adat dan agama
l) pendidikan (musim sekolah, libur, dsb)
3.3 Kalender musiman dibuat bersama masyarakat dalam forum diskusi terfokus denga alat bantu kertas plano dan spidol warna
3.3 Contoh (Lampiran 3)

No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
4
Pembuatan Peta Sumber Daya Desa 4.1 Peta mengenai keadaan wilayah desa beserta lingkungannya
4.2 Keadaan itu digambarkan ke dalam peta atau sketsa desa, terdiri dari:
a) peta keadaan sumberdaya umum desa
b) peta tata guna lahan
c) peta sumberdaya pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan
d) pete penyebaran penduduk dan peta pola pemukiman
e) peta infrastruktur desa (kesehatan, pendidikan, transportasi, air bersih, pasar, irigasi, koperasi, terminal dan sebagainya)
4.3 Kegiatan pemetaan harus melibatkan anggota masyarakat, tua-muda, laki-perempuan, kaya miskin, penduduk asli-pendatan dan sebagainya
4.4 Berbagai peta, baik di kantor desa maupun peta dasar dapat dimanfaatkan sebagai data sekunder untuk pemetaan
4.5 Peta dibuat secara bersama dalam forum diskusi terfokus dengan alat bantu kertas plano dan spidol warna
4.6 Contoh (Lampiran 4)
5 Penelusuran Desa/Tansek 5.1 Teknik pengamatan langsung lingkungan dan sumberdaya masyarakat, dengan cara berjalan menelusuri wilayah desa atau dusun mengikuti suatu lintasan atau rute yang disepakati bersama masyarakat
5.2 Hasil pengamatan langsung bersama masyarakat kemudian dituankan ke dalam bagan atau irisan muka bumi (bentang alam berdasarkan topografi) dalam kertas plano dan kemudian dilengkapi melalui diskusi
5.3 Berdasarkan jenis informasinya, transek dibagi 3 (tiga), yaitu:
a) transek sumberdaya desa/dusun (umum): pengamatan sambil berjalan melalui daerah pemukiman desa/dusun guna mengamati dan mendiskusikan berbagai keadaan (seperti: pengaturan letak perumahan dan kondisinya, pengaturan halaman rumah, pengaturan air bersih untuk keluarga, sarana MCK, sarana umum desa, dsb.
b) transek sumberdaya alam : dilakukan untuk mengenal dan mengamati secara lebih tajam mengenai sumberdaya alam (pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, perkebunan, pertambangan dsb). Outputnya berupa: bentuk dan keadaan topografi, kemiringan lahan, jenis dan kesuburan lahan, sungai, mata air, pemanfaatan sumberdaya tanah, pola usahatani, teknologi setempat, pemilikan sumberdaya alam dsb
c) transek topik-topik khusus : transek untuk mengamati satu aspek secara fokus, seperti sarana dan kondisi kesehatan, pendidikan, wilayah sebaran hama tanaman, sumber air, pengelolaan irigasi dsb
5.5 Transek dapat dilakukan melalui 3(tiga) lintasan:
a) transek lintasan garis lurus, melalui jalan utama di pemukiman, di wilayah pertanian, di pantai dsb;
b) transek bisa dilakukan dengan berjalan menyusuri jalan-jalan yang ada, baik secara berbelok-belok (zig-zag), berputar atau pulang pergi, dan menyapu (semua arah).
c) transek lintasan saluran air (sungai atau jaringan irigasi), dilakukan terhadap daerah di sepanjang saluran air atau tepian sungai dan pengelolaan daerah aliran sungai/irigasi oleh masyarakat/petani
5.6 Transek dilakukan oleh tim bersama masyarakat (penunjuk jalan) pada waktu dan tempat yang disepakati, membawa alat tulis, kertas plano, spidol warna-warni, perhatikan ketinggian tempat, jarak dan pencirinya.
5.7 Contoh (Lampiran 5)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
6 Sketsa Area Usaha 6.1 Peta pengkajian berbagai aspek pengelolaan usaha (bertani, beternak, berikan, berkebun, mengolah hasil pertanian, berdagang, berbisnis lainnya) di wilayah desa/dusun yang bersangkutan
6.2 Hasilnya berupa peta usaha yang berisi informasi: luas lahan, luas bangunan, jenis usaha, jenis komoditas yang diusahakan, tataletak bangunan (contoh untuk bertani: letak rumah, kandang, persemaian, sumur, jemuran, sumber dan saluran air, tempat limbah dsb) (contoh untuk usaha pengolahan: letak rumah, gudang, tempat pengolahan, tempat limbah, sumber air, dsb), alokasi penggunaan lahan, dsb
6.3 Informasi lainnya yang dituangkan di dalam peta usaha adalah pendapatan dari usaha, jumlah tenaga kerja, pembinaan dan penyuluhan, teknologi pertanian yan khas, pemasaran hasil, izin usaha, status lahan, konflik dan pasokan air iriasi.
6.4 Selain potensi usaha, informasi juga dapat berupa kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan-permasalahan.
6.5 Teknisnya, jika usaha itu banyak dan beragam, maka ambil masing-masin satu yan terbaik (contoh: kebun terbaik, peternakan terbaik, perikanan terbaik, usaha kecil terbaik, dsb)
6.6 Pelaksanaan pembuatan sketsa kebun dilaksanakan bersama pelaku usaha (petani, peternak, pengusaha kecil dsb) sesuai kesepakatan dengan menggunakan kertas plano, spidol warna warni, dan sebagainya
6.7 Contoh (Lampiran 6)
7 Diagram Venn 7.1 Pemetaan mengenai hubungan antara masyarakat dengan lembaga-lembaga yang terdapat dilingkungan desa/dusun
7.2 Hasil pengkajian dituangkan kedalam diagram venn yang ukurannya akan menunjukkan besar manfaat, keterkaitannya menunjukkan pengaruh dan kedekatannya dengan lembaga lainnya
7.3 Pelaksanaan dilakukan dengan mengkaji informasi mengenai:
a) lembaga-lembaga yang berhubunan dengan masyarakat desa/dusun, baik yang berada di dalam maupun luar desa, baik lembaga lokal maupun lembaga pemerintah, lembaga sosial maupun ekonomi, termasuk lembaga swasta dan swadaya;
b) lembaga-lembaga khusus, seperti yang terkait dengan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, kelautan, pemuda, keagamaan dsb
c) potensi, kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan-permasaahan kelembagaan di desa/dusun
7.4 Pelaksanaan dilakukan bersama masyarakat melalui diskusi terfokus di tempat yang disepakati, dengan menggunakan alat bantu kertas plano, spidol warna warni, karton seukuran kartu remi dsb
7.5 Contoh (Lampiran 7)
8 Pembuatan Analisis Jaringan 8.1 Pemetaan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai jaringan (sosial, pemasaran, irigasi, komunikasi) masyarakat desa/dusun
8.2 Hasil akhirnya adalah peta jaringan sosial dan jaringan komunikasi dalam bentuk sosiogram, struktur jaringan dan klik-klik sosial.
8.3 Pelaksanaan dimulai dengan menetapkan informasi yang akan dijadikan batasan (misal: informasi harga, sarana produksi pertanian, raskin, kredit dsb), kemudian menyiapkan tabel matrik nama-nama yang akan dijadikan responden (yang akan ditanya), setelah itu ditanya siapa bertanya atau berhubunan dengan siapa (jika ingin mengetahui informasi);
8.4 Contoh (Lampiran 8)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
9 Kajian Mata Pencaharian 9.1 Pemetaan mengenai berbagai aspek mata pencaharian masyarakat
9.2 Hasilnya berupa bagan jenis-jenis matapencaharian berserta aspek-aspeknya
9.3 Informasi yang dikaji meliputi: jenis-jenis kegiatan atau keterampilan masyarakat yang bisa/telah menjadi sumber mata pencaharian, baik pertanian maupun non pertanian.
a) mata pencaharian bidang pertanian (pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan, dsb
b) mata pencaharian bidang non pertanian (industri makanan, kerajinan, bordir, tukang kayu, tukang batu, industri rumah tangga dsb)
c) mata pencaharian bidang jasa (buruh tani, tukang cukur, sopir, kuli bangunan, buruh pabrik, guru, distributor sarana produksi pertanian, pegawai desa, dsb
d) permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan
9.4 Jika mata pencahariannya berusaha (baik di pertanian maupun kerajinan dan pengolahan), maka penelusuran informasi dapat dilanjutkan pada : jumlah pekerja, ketersediaan bahan baku, pemasaran hasil, ketersediaan tenaga kerja dan keterampilannya, dan tingkat pendapatan.
9.5 Jika masyarakat desa/dusun sering merantau, petakan pula pekerjaannya di rantau, pekerjaan tetapnya apa di desa atau di rantau?
9.6 Permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan terkait dengan matapencaharian
9.6 Contoh (Lampiran 9)
10 Bagan Arus Masukan dan Keluaran 10.1 Teknik pemetaan sistem-sistem yang ada di masyarakat desa/dusun
10.2 Sistem digambarkan ke dalam bagan yang memperlihatkan bagian-bagian dalam sistem (input dan output). Input adalah sumberdaya yang membuat sistem berjalan (tenaga kerja, waktu, modal, peralatan, skill, lahan, dsb) dan Output adalah manfaat atau hasil yang diperoleh.
10.3 Ragam sistem yang dapat dipetakan adalah:
a) sistem pengelolaan pertanian dan pemasarannya
b) sistem pengelolaan peternakan dan pemasarannya
c) sistem pengelolaan perikanan dan pemasarannya
d) sistem pengelolaan perkebunan desa dan pemasarannya
e) sistem pengelolaan air desa
f) sistem pengelolaan usaha rumah tangga/keluarga tani
g) sistem pengelolaan usaha kecil dan pemasarannya
h) sistem pengelolaan informasi dan penyebarannya
i) sistem pengelolaan bantuan (raskin/blt) dan pendistribusiannya
j) sistem pengelolaan bahan tambang dan pemasarannya
10.4 Pelaksanaan pemetaan arus masuk dan keluar harus rinci dan jelas arahnya. Termasuk dalam input adalah sumber input (dari mana input didapat, siapa yang memasok atau penyediakan), begitu juga output (apa outputnya, kemana saja pendistribusiannya, siapa saja yang terlibat dsb) sehingga bagan akan memetakan rantai dari hulu- hilir.
10.5 Pelaksanaan dilakukan melalui diskusi terfokus dengan masyarakat, menggunakan kertas plano dan spidol warna warni. Agar proporsional, maka libatkan semua pelaku dalam pemetaan ini.
10.5 Tampilkan permasalahan-permasalahan dan kebutuhan-kebutuhan terkait dengan input dan output ini.
10.6 Contoh (Lampiran 10)
No Teknik PRA Definisi dan Aplikasi
11 Analisis Gender 11.1 Teknik pemetaan peran laki-laki dan perempuan, baik dalam rumah tangga maupun aktivitas kemasyarakatan yang terjadi desa/dusun
11.2 Informasi yang digali dalam analisis gender adalah:
a) peran laki-laki dan perempuan dalam rumah tangga (hasilnya berupa jadwal penggunaan waktu sehari, baik untuk suami, istri, anak laki-laki maupun anak perempuan)
b) peran laki-laki dan perempuan dalam pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan
c) peran laki-laki dan perempuan dalam usaha kecil/industri keicil
d) mata pencaharian apa yang dilakukan laki-laki dan yang dilakukan perempuan
e) kecenderungan perubahan peran yang dilakukan laki-laki dan perempuan dalam 20 tahun terkahir di desa/dusun
f) peran laki-laki dan perempuan dalam kelembagaan, serta dalam kelembagaan mana saja perempuan berpartisipasi
11.3 Contoh (Lampiran 11)
12 Pembuatan Bagan Peringkat atau matrik rangking 12.1 Teknik mengkaji sejumlah topik dengan memberi nilai pada masing-masing aspek kajian berdasarkan pendapat masyarakat setempat sehingga diperoleh peringkat (urutan dari yang dianggap terpenting sampai yang terendah)
12.2 Jenis informasi yang dikaji atau dianaisis gendernya adalah:
a) pilihan teknologi pertanian
b) pilihan teknologi yang digunakan oleh pengusaha industri kecil
c) pengurutan mata pencaharian-mata pencaharian utama
d) pengurutan kelas sosial masyarakat (berdasarkan luas lahan dan pemilikan kekayaan lainnya)
e) pilihan kebutuhan-kebutuhan utama yang perlu dipenuhi
f) pilihan permasalahan-permasalahan utama yang perlu segera diatasi, dan sebagainya
12.3 Pembuatan bagan peringkat atau matrik rangking dilakukan setelah kegiatan atau teknik sebelumnya (1-11) dilakukan.
12.4 Pelaksanaannya dilakukan dalam forum diskusi bersama masyarakat.
12.5 Agar pelaksanaan berjalan lancar, maka gambar matrik disiapkan terlebih dahulu dalam kertas plano. Gunakan spidol warna-warni agar dapat dengan mudah membedakannya.
12.6 Penggunaan simbol atau nilai dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan masyarakat (misalnya: menggunakan angka 1,2,3,4 dengan rangking tertinggi 4 dan terendah 1. Bisa juga menggunakan simbol lainnya
12.7 Contoh (Lampiran 12)



Catatan:
1. Setiap akan menyelenggarakan teknik PRA, memerlukan koordinasi dan kesepakatan waktu dengan masyarakat (termasuk dengan pihak aparat desa, jika akan melibatkannya), terutama menyangkut jam berapa (pagi, siang, sore atau malam), di mana tempatnya (di sawah, di kebun, di rumah atau di balai pertemuan). Perhatikan keragaman matapencaharian dan waktu luang masyarakat.
2. Setiap melakukan teknik PRA jangan terlampau lama, siapkan waktu diskusi 2-3 jam per teknik. Kecuali transek dan pembuatan peta desa yang memerlukan waktu khusus. Sebaiknya, satu kali pertemuan maksimal menerapkan 2 teknik PRA.
3. Sebaiknya teknik PRA dilakukan satu-satu, jangan dirangkap-rangkap. Selain itu, menimbang luasnya desa-desa, maka penerapan teknik PRA lebih efektif dilakukan per dusun. Sehingga perlu ada pengorganisasian atau pembagian kelompok-kelompok kecil.
4. Jumlah peserta diskusi terfokus jangan terlalu banyak, cukup melibatkan 10-15 orang masyarakat, sehinga dapat dilakukan di rumah masyarakat atau (biasanya) di mushola.
5. Dalam setiap diskusi, usahakan informasi fokus namun digali selengkap dan sebanyak mungkin. Informasi dapat berupa lisan, tulisan dan gambar.
6. Setiap diskusi terfokus memerlukan pemandu (fasilitator, yakni anda, mahasiswa KKNM), oleh karena itu harus disiapkan, dan dalam pelaksanaannya dibantu oleh yang lainnya;
7. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:
a. Kertas plano atau karton manila sebagai dasar gambar (visual), bisa digelar di lantai dan bisa juga ditempel di dinding dengan selotip. Jika satu kertas plano tidak cukup, maka dapat disambung dua kerta plano.
b. Spidol warna-warni, kenapa warna-warni? Agar lebih mudah memberikan ciri pada objek atau informasi bahasan yang beraam.
c. Gunting, lem dan selotif
d. Kamera, terutama jika mendokumentasikan momen unik, tempat unik, dokumentasi proses penerapan teknik PRA dan sebagainya
8. Istilah-istilah penting dalam penerapan PRA:
a. Fasilitator, yaitu orang yang bertugas memfasilitasi sekelompok oran lain untuk melaksanakan kegiatan. Fasilitator adalah Tim PRA atau Pemandu PRA (mahasiswa KKNM) yang harus berperan sebagai masyarakat
b. Memfasilitasi, yaitu mendampingi, memotivasi, memediasi, menginisiasi dan menginovasi masyarakat yang sedang berdiskusi.
c. Masalah, yaitu keadaan-keadaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat, yang dianggap mengganggu, menghambat.
d. Kebutuhan, yaitu masalah yang paling dirasakan oleh masyarakat yang mendesak untuk segera diselesaikan (masalah prioritas).
e. Potensi, yaitu sumberdaya yang berpeluang untuk dikembangkan atau memungkinkan digunakan untuk mengatasi masalah-masalah atau kebutuhan yang dihadapi masyarakat.

Pendekatan Sosial, Model Perubahan dan Penyuluhan

PENDEKATAN SOSIAL, MODEL PERUBAHAN
DAN PENYULUHAN


Pendekatan Sosial
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan KKNM sebagai bagian dari anggota lembaga pembaharu, yaitu perguruan tinggi tempat dimana menempuh strudinya tentunya harus menyadari dari sejak awal bahwa untuk keberhasilan kegiatan KKNMnya, haruslah mampu untuk menjalin komunikasi atau melakukan pendekatan terhadap khalayak masyarakat sasarannya. Pendekatan sosial di sini dimaksudkan adalah pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap khalayak masyarakat di tempat KKNM dilakukan, sehingga mahasiswa tersebut mampu untuk menjalin komunikasi dan menumbuhkan partisipasi dari masyarakat sasaran kegiatan KKNM.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam melaksanakan pendekatan terhadap masyarakat ini, yang utama adalah bahwa masyarakat sasaran harus dijadikan subjek dan bukan objek dari kegiatan yang akan dilakukan di dalam KKNM. Oleh karenanya masyarakat harus sebanyak mungkin dan sejauh mungkin dilibatkan dalam kegiatan, termasuk dalam proses perencanaan program.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah mahasiswa harus sebanyak mungkin berusaha untuk dekat dengan masyarakat, yaitu dengan melihat berbagai kesamaan dirinya dengan masyarakat. Di samping itu agar dapat tumbuh komunikasi yang efektif, maka mahasiswa tersebut harus berusaha memupuk kemampuan dirinya dalam berempati terhadap sasaran, sehingga dapat mengenal dengan lebih baik kebutuhan, sikap, kepercayaan dan norma-norma dari sasaran. Di dalam rangka memperoleh pengakuan dan dukungan dari masyarakat, maka mahasiswapun haruslah dapat menjalin atau mendekati orang-orang yang ditokohkan atau yang menjadi pemimpin opini di masyarakat, baik yang berasal dari lembaga formal seperti kepala desa, ketua BPD atau ketua LKMD maupun dari tokoh-tokoh informal. Selanjutnya di dalam memperlancar pelaksanaan kegiatan KKNM yang akan dilakukan, maka mahasiswa harus pula dapat mengenal dan mengapresiasi para petugas dari dinas instansi terkait yang ada di desa dimana KKNM dilaksanakan.

Model Perubahan
Untuk terjadinya perubahan pada khalayak sasaran dari kegiatan KKNM yang akan dilakukan secara teoritis dikenal ada beberapa model yang bisa digunakan, yaitu:
1. Model perubahan dari Goodenough, yang menekankan kerjasama antara agen pembaharu dengan warga masyarakat agar terjadi perubahan kebiasaan, sehingga dapat diadakan perubahan lingkungan masyarakat.
2. Model perubahan tingkah laku dari Kunkel, yang menekankan terciptanya proses belajar dalam konteks sosial agar terjadi perubahan tingkah laku sehingga terjadi pembaharuan.
3. Model reformasi dari Niehoff, yang beranjak dari adanya gagasan atau rencana yang diperkenalkan oleh pembawa inovasi kepada warga masyarakat, sehingga dari interaksi tersebut akan terjadi integrasi baru.
4. Model orientasi proses dari Batten, yang menekankan pentingnya perubahan sikap dan tingkah laku, yang pada gilirannya menggugah partisipasi warga masyarakat untuk melaksanakan pembaharuan. Perubahan sikap dan tingkah laku dihasilkan oleh proses pendidikan dan pengorganisasian sebagai hasil komunikasi dan kerjasama pekerja agen perubah dengan warga masyarakat itu sendiri.
Dilihat dari mana sumber terjadinya perubahan, maka dikenal empat jenis perubahan sosial, yaitu:
1. Perubahan imanen tidak terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangkan ide baru tanpa pengaruh dari luar.
2. Perubahan imanen terinduksi, yaitu jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangakan ide baru dengan sedikit pengaruh dari pihak luar.
3. Perubahan kontak selektif, yaitu terjadi jika anggota sistem sosial terbuka pada pengaruh dari luar dan menerima atau menolak ide baru itu berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan sendiri.
4. Perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, yaitu perubahan yang disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sistem bertindak sebagai agen pembaharu yang secara intensif berusaha memperkenalkan ide-ide baru untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh lembaga dari luar.
Sistem pendidikan formal dan non formal termasuk di dalamnya kegiatan penyuluhan merupakan bentuk dari perubahan berencana. Di dalam perubahan berencana, yang sangat penting adalah dimensi waktu. Dengan perubahan berencana akan memungkinkan perubahan dapat cepat terjadi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. KKNM dapat dikelompokkan sebagai bagian dari bentuk perubahan kontak terarah atau perubahan berencana, karena di dalam penyusunan programnya selain memperhatikan dimensi waktu agar terjadi perubahan sebagaimana diharapkan juga didasarkan atas keadaan dan kebutuhan dari khalayak sasaran, mahasiswa adalah orang di luar sistem sosial yang dapat berperan sebagai agen pembaharu.

Penyuluhan
Salah bentuk kegiatan yang secara nyata dapat dilakukan oleh mahasiswa di dalam melaksanakan KKMnya adalah penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu bentuk kongkrit dari pelaksanaan model-model perubahan khalayak masyarakat. Penyuluhan pada dasarnya adalah suatu sistem pendidikan non formal atau luar sekolah, bagi tua dan muda yang dilaksanakan dengan belajar sambil mengerjakan (learning by doing) agar khalayak sasaran berubah perilakunya, sehingga mau dan mampu berperan sesuai dengan kedudukannya, serta mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Perubahan perilaku yang dimaksud adalah terjadinya perubahan di dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagaimana yang diharapkan.
Dilihat dari metodenya atau cara mempertemukan penyuluh dengan khalayak sasaran yang disuluh dikenal ada tiga metode penyuluhan, yaitu:
1. Metode pendekatan masal. Metode ini tepat di dalam menggugah kesadaran dan ketertarikan khalayak sasaran terhadap suatu inovasi. Yang termasuk metode ini adalah ceramah atau rapat, siaran pedesaan, pertunjukan film, penyebaran brosur dan pameran.
2. Metode pendekatan kelompok. Metode ini tepat di dalam menumbuhkan kemampuan evaluatif atau penilaian dan dalam memberikan rangsangan pada khalayak sasaran penyuluhan agar mencoba suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah diskusi kelompok, kursus tani, demonstrasi plot (demplot), karyawisata, temu lapang.
3. Metode pendekatan perorangan. Metode ini tepat di dalam memberikan keyakinan kepada khalayak sasaran agar mau menerapkan suatu inovasi. Contoh dari metode ini adalah kunjungan rumah atau anjangsana, anjangkarya, surat-menyurat dan hubungan telpon.

Beberapa Metode Penyuluhan
1. Anjangsana, anjangkarya
Anjangsana adalah kunjungan ke rumah terutama pada tokoh tani agar mau menjadi penyuluh sukarela bagi anggota masyarakat di lingkungan pengaruhnya. Sedangkan anjangkarya adalah kunjungan ke lahan tani agar petani mampu melaksanakan contoh penerapan inovasi yang direkomendasikan.
2. Pertemuan umum, ceramah, diskusi
Pada pertemuan umum pesertanya campuran dan banyak, sedangkan informasinya tertentu untuk dipertimbangkan lagi dan dilaksanakan kemudian hari. Pada ceramah, pesertanya lebih homogen, baik dalam pengetahuan maupun kepentingannya. Materi yang disampaikan lebih spesifik dan lebih mendalam, dapat segera dipertimbangkan untuk pengadopsiannya. Pada diskusi, para pesertanya lebih terbatas dan terjadi tukar pendapat, baik pengetahuan maupun pengalamannya. Metode diskusi dipandang efektif dan efisien di dalam menumbuhkan kreativitas dan tanggungjawab dan mempercapat proses adopsi karena terjadi interaksi diantara anggota kelompok.
3. Demonstrasi cara dan hasil
Metode ini dapat mempertunjukkan cara-cara atau hasil dari cara tersebut yang dianjurkan dengan menggunakan teknologi baru. Demonstrasi cara bukan suatu percobaan tetapi suatu percontohan yang telah diyakini kebaikan dan keberhasilannya. Pada demonstrasi hasil dipertunjukkan hasil dari cara baru yang lebih meyakinkan dapat meningkatkan hasil dan cocok bagi daerah tersebut. Metode ini baik untuk menambah pengetahuan, mengubah sikap dan menambah keterampilan peserta demonstrasi. Kegiatan ini memerlukan persiapan yang matang, baik tempat, waktu maupun sarana penunjangnya.
4. Karyawisata atau widiawisata
Metode ini adalah metode kelompok yang berkarya sambil berwisata atau menambah ilmu sambil berwisata. Tajuannya adalah memahami sesuatu cara usahatani yang berhasil di daerah lain yang kondisi alamnya identik dengan keadaan alam tempat asal para peserta widiawisata.
5. Kursus tani
Metode ini adalah proses belajar mengajar di ruangan kelas dan di lapangan dengan pendekatan kelompok, biasa terhadap tokoh-tokoh tani atau orang yang dianggap potensial untuk bisa menyebarkan inovasi pada anggota yang lainnya. Dari hasil belajar mereka diharapkan dapat menerapkan di lingkungannya agar dapat dicontoh oleh petani disekitarnya.


6. Pameran
Metode pameran adalah untuk memperlihatkan secara sistematis tentang model, contoh, barang, peta, grafik, gambar benda hidup sebagai hasil dari suatu kegiatan yang dianjurkan. Pameran meliputi tiga tahap maksud komunikasi, yaitu: menarik perhatian, menggugah hati, dan membangkitkan keinginan.
7. Siaran melalui radio
Metode ini ditujukan khusus kepada petani dan keluarganya yang dapat mendengarkan acara siaran melalui radio dengan topic-topik pembicaraan tertentu. Agar metode ini lebih efektif, sebaiknya dikembangkan melalui pembinaan kelompok pendengar yang melakukan diskusi kelompok di tempat kediamannya.
8. Kampanye
Kampanye biasanya dilakukan dalam satu wilayah dan jangka waktu tertentu apabila terdesak untuk melakukan sesuatu bagi kepentingan masyarakat. Syarat agar kegiatan tersebut berhasil, maka kampanye harus bermata acara tunggal dan dilancarkan sebagai jawaban terhadap masalah yang dihadapi bersama oleh sebagian besar petani.



Daftar Pustaka

Abdillah H. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Penerbit Usaha Nasional, Surabaya.
Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.
Faraz Umar. 1986. Tujuan dan Khalayak Sasaran Pengabdian pada Masyarakat. Pada Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Margono, S. 1986. Metodologi Pengabdian pada Masyarakat oleh Perguruan Tinggi. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Sugarda, T.J. dan R.S. Iskandar. 1980. Dasar-dasar Ilmu Penyuluhan Pertanian. Badan Penerbit dan Bursa Buku, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.

Perencanaan Program KKNM Unpad 2010

PERENCANAAN PROGRAM KKNM

Pengertian Perencanaan Program

Perencanaan program KKNM adalah suatu proses pengambilan keputusan yang akan dilaksanakan di dalam kegiatan KKNM, apa yang ingin dicapai, dan mengapa hal itu harus dilakukan. Atau suatu proses pembuatan keputusan tentang arah dan intensitas kegiatan KKNM, yang didasarkan pada prioritas masalah yang hendak dipecahkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Untuk memenuhi persyaratan prinsip-prinsip perencanaan program KKNM yang baik, maka setiap penyusunan program perlu memperhatikan beberapa filosofi sebagai berikut:

1. Bekerja berdasarkan kebutuhan yang dirasakan sasaran (felt need). Artinya program dirumuskan harus bertolah dari kebutuhan yang dirasakan masyarakat, jika ada kebutuhan nyata (real need) harus diupayakan menjadi kebutuhan yang dirasakan.

2. Nilai-nilai dalam masyarakat harus dipertimbangkan selayaknya. Artinya rumusan program harus mencakup dan mempertimbangkan nilai-nilai kerjasama, keputusan kelompok, tanggungjawab sosial, kepercayaan masyarakat.

3. Membantu dirinya sendiri (self help). Artinya secara nyata warga masyarakat harus diarahkan untuk mau dan mampu merencanakan dan melaksanakan sendiri setiap pekerjaan yang diupayakan untuk memecahkan masalah mereka sendiri yang akan dirumuskan dalam program.

4. Masyarakat adalah sumber daya yang terbesar. Artinya dalam perumusan program harus sebesar-besarnya memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di masyarakat sendiri.

Pengertian Program

Program secara umum dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh dari seluruh aktivitas perencanaan program yang melibatkan agen pengembang program dan khalayak sasaran program. Secara operasional program KKNM adalah bentuk pernyataan tertulis dari rencana kegiatan yang akan dilakukan yang memuat tentang keadaan, masalah, tujuan dan cara mencapai tujuan yang disusun secara sistematis. Maksud dari keadaan adalah data tentang kebijakan pembangunan, keadaan monografi desa, keadaan spesifik dari khalayak sasaran yang akan menjadi subjek pengembangan program. Maksud dari masalah adalah keadaan yang harus diatasi atau hal yang menjadi prioritas untuk dipecahkan. Maksud dari tujuan adalah keadaan tertentu dari sasaran yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kegiatan program sebagai upaya memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Maksud dari cara mencapai tujuan adalah metode yang dapat digunakan untuk mencapai keadaan baru yang diharapkan dari sasaran program. Maksud dari sistematis adalah tersusun sebagai suatu urutan yang logis.

Program KKNM harus dibuat tertulis, karena dengan tertulis akan: (1) memudahkan koordinasi kerja dengan berbagai pihak yang terkait dengan dalam pelaksanaan program, (2) memudahkan pelaksanaan efisiensi dari segi tenaga, biaya dan waktu yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesempatan yang tersedia, (3) memudahkan mengadakan revisi karena keadaan berubah, yang memerlukan perubahan metode untuk pencapaian tujuan tertentu, (4) memudahkan mengadakan evaluasi untuk perbaikan program beriktunya, dan (5) memudahkan dalam mengadakan dan melanjutkan kegiatan program apabila ada kegiatan KKNM berikutnya.

Proses Perencanaan Program KKNM

Ada beberapa tahapan yang dilakukan didalam menyusun program KKNM sehingga tujuan dapat tercapai, yaitu:

1. Tahap I: Penetapan keadaan

-Pengumpulan data situasi (kebijakan pembangunan di pemerintahan desa setempat, monografi wilayah kerja, keadaan spesifik dari anggota masyarakat yang menjadi khalayak sasaran kegiatan)

-Penganalisaan data situasi sehingga diperoleh keadaan aktual yang terjadi

2. Tahap II: Penetapan Masalah

-Merumuskan keadaan yang tidak memuaskan

-Menetapkan faktor penyebab keadaan yang tidak memuaskan

-Membuat daftar urutan prioritas masalah yang akan dipecahkan

Kegiatan tahap I dan Tahap II ini merupakan hasil dari kegiatan yang dilaksanakan pada pengkajian keadaan desa.

3. Tahap III: Penetapan Tujuan

-Merumuskan tujuan umum program

-Merumuskan tujuan kegiatan program

4. Tahap IV: Penetapan cara mencapai tujuan

-Menetapkan metode yang diperkirakan paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

-Menyusun daftar acara kegiatan program

5. Tahap V: Penetapan Rencana Evaluasi

-Merencanakan evaluasi terhadap hasil pelaksanaan program (tingkat pencapaian tujuan dari tiap kegiatan dalam program).

Contoh Sistematika Penulisan Rencana Program KKNM

Halaman muka:judul

Halaman kedua: lembar pengesahan (DPL dan kepala desa/kelurahan)

Halaman I : Kata pengantar

Halaman ii: Daftar isi

Bab I. Pendahuluan:

-Latar belakang pelaksanaan KKNM

-Identifikasi masalah desa/kelurahan

-Tujuan/manfaat program kegiatan

Bab II Rencana kegiatan:

-Jenis kegiatan yang akan dilakukan

-Rencana pelaksanaan kegiatan (tempat, pelaksana, biaya dan sarana dll)

-Jadwal kegiatan (urutan waktu kegiatan secara kronologis)

Bab III. Rencana Evaluasi

- Indikator pencapaian tujuan kegiatan

LAMPIRAN: Peta/modul dll.

Rencana program KKNM tersebut harus di presentasikan pada pertemuan atau rapat yang sekurang-kurangnya dihadiri oleh wakil dari pemerintahan setempat dan unsur-unsur dari anggota masyarakat yang strategis, sehingga rencana program KKNM tersebut memperoleh pengakuan dan dukungan sepenuhnya. Dalam kesempatan inipun dapat digunakan sebagai upaya lebih menyempurnakan rencana kegiatan KKNM yang akan dilakukan.

Daftar Pustaka

Belli, TB. 1991. Penyuluhan Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung.

Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press, Surakarta.

Daftar Peserta KKNM Kecamatan Pagaden Desa Neglasari Periode Januari Februari 2010

  1. R. Angger Dimas Riyanto, L, 085722024666, Hukum, 11011006038
  2. Agus Salim Suseno, L, 08121000121, Hukum, 110110070216
  3. Sausan Afifah Muti, P, 085221114900, Hukum, 110110070395
  4. Dendhi Asmadi, L, 081220511103, Hukum, AX0050729
  5. Prajnaditya M A, L, 081210844466, Ekonomi, 120111080003
  6. Indri, P, 085722096669, Ekonomi, 120311080036
  7. Irma Desmayanti, P, 085221971632, MIPA, 140211080004
  8. Vina Rahmawati, P, 085720063784, MIPA, 140211080017
  9. Yeyet Shunhayati, P, 085722251114, ISIP, 170111080007
  10. Zharly Sanzali, P, 08568814597, ISIP, 170111080015
  11. Maryam Priyantini, P, 081321382107, ISIP, 170111080018
  12. Betly Arif R, L, 08126821137, ISIP, 170111080042
  13. Rehan Saputra, L, 085697221700, Sastra, 180310060031
  14. Citrawati, P, 081321692776, Sastra, 180410070008
  15. Taufiq Octavian A. , L, 085659031245, Peternakan, J10050232
  16. Andri Safari, L, 02291224097, IKOM, 210110070123
  17. Meisya Syawitri, P, 08562116419, IKOM, 210210067023
  18. Julia Rachmaniah, P, 085659220673, IKOM, 210210067103
  19. R. Fitrah Lukman A, L, 085624206662, T Geologi, 140710060068


Daftar Peserta KKNM Kecamatan Pagaden Desa Pagaden Periode Januari Februari 2010

  1. Nurul Salira Utami, P, 085659150535, Hukum, 110110070056
  2. Ira Nisa Shabirina, P, 08562090234, Hukum, 110111060550
  3. Raja Rendy FR, L, 085668128660, Hukum, 110111060603
  4. Silvi Mega Sintya, P, 085793249018, Ekonomi, 120111080028
  5. Ruth Setia K. S, P, 085221239717, Ekonomi, 120111080053
  6. Dini Dwi Dharma, P, 085669003915, MIPA, 140211080014
  7. Irfa Tri Nugraha, L, 081932267626, MIPA, 140211080042
  8. Raden Mery Herlin S, P, 08122046201, Pertanian, 150310060014
  9. Veni Parlina, P, 085223000111, ISIP, 170111080009
  10. Detia Yuniar, P, 085722393442, ISIP, 170111080012
  11. Inten Sugiharti, P, 08121497761, ISIP, 170111080023
  12. Vicca Angraini, P, 08568963749, ISIP, 170111080025
  13. Septo Agel, L, 085723440646, Sastra, 180310060054
  14. Novi Ultahayani, P, 081361605003, Sastra, 180810060038
  15. Moch. Ginanjar R, L, 085294112692, Peternakan, 200110060159
  16. Hesti Puspitasari, P, 02271310136/085860374911, Peternakan, 200110076001
  17. Wachid Ramdanu Imandoyo, L, 081553005800, IKOM, 210110077006
  18. Galih Ajar Pambudi, L, IKOM (nomor HP belum ada dalam daftar), 210210077006
  19. Enjang Pera Irawan, L, 02292609646, IKOM, 210210067037
  20. Nadia Petranaya, P, 081321846183, IKOM, K1D051001
  21. Bobry Primansyahrizal K., L, 085659107076, IKOM, K1D054001
  22. Eka Apriliza, P, 087822025952, PIK, 230110060121
  23. Aris M. Rizal, L, 081809323898, T Geologi, D1H03063